Translate

Jumat, 06 Juli 2012

Malioboro nya Barcelona = "La Rambla"

Mari kita keliling Barcelona
Belum ke Barcelona kalau belum menyusuri La Rambla...

Suasana jalan La Rambla
Yuuup...La Rambla adalah tempat yang menjadi kunjungan wajib jika pergi ke Barcelona. Ini adalah jalan yang paling terkenal di Spanyol bahkan Eropa. Disepanjang jalan la Rambla ini kita bisa menikmati keindahan dan keramaian ribuan pejalan kaki yang lalu lalang menikmati aneka koleksi souvenir dan hiburan. Banyak seniman jalanan yang menghibur pengunjung. Atraksi mereka untuk menarik perhatian pejalan kaki untuk mendapat sedikit rejeki.

Ini niih atraksi-atraksi atau hiburan yang bisa kita liat disana......




Keran air minum La Rambla

Famous Drinking Fountain on La Rambl
Jangan meremehkan kekuatan air dari keran air minum La Rambla. Cerita rakyat mengatakan bahwa jika Anda minum dari air mancur terkenal di bagian atas La Rambla Anda akan selalu kembali ke sini.

Percaya atau tidak namun sudah banyak yang membuktikannya
sendiri, setelah minum air ini mereka benar-benar kembali ke kota ini......(Jadi ingat film meteor garden ke 2....) hiiihii

Rabu, 04 Juli 2012

Studio Foto Zwarthoed, Volendam

Volendam (Belanda tempo dulu) hanya sekitar 20 kilometer dari Amsterdam.

Studio foto Zwarthoed didirikan sejak 1920 ketika kawasan nelayan itu mulai berkembang menjadi daerah wisata. Agar orang Indonesia tergoda untuk mampir, studio itu memajang sejumlah foto tokoh dan selebriti Indonesia di etalase. Disini ada foto pasangan Megawati dan Taufik Kiemas. Juga ada foto mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan keluarga. Sejumlah selebriti, seperti Maya Rumantir, Ruth Sahanaya, dan pengacara O.C. Kaligis, juga ada.   


With my father and my mother
Sebenarnya, cukup banyak pakaian tradisional Belanda. Sebab, setiap daerah punya pakaian khas. Tapi, yang paling populer adalah pakaian Volendam. Pakaian pria berupa celana gombrang hitam dengan baju merah plus songkok tinggi. Banyak pilihan properti sebagai aksesori saat dijepret. Misalnya, sambil memegang alat musik akordeon atau pipa rokok. Atau sambil memegang jaring ikan, tong plastik, dan anyaman bambu berisi ikan.


    Pengunjung perempuan bisa berpose sambil memegang bunga tulip. Semua harus memakai klompen, sepatu atau selop dari kayu khas negeri itu. Agar seolah-olah alami, studio itu menyediakan backdrop pemandangan seperti di pinggir pantai atau di dalam rumah khas Belanda, lengkap dengan perapiannya. Hasilnya, foto itu memang seindah aslinya.


Oia ada yang unik niih, posisi geografis kota di Belanda yang diakhiri dengan kata ’’dam’’ memang lebih rendah dari permukaan laut. Misalnya, Rotterdam atau Amsterdam. Bahkan, permukaan tanah Amsterdam, kota terbesar di Belanda, rata-rata di posisi 2,5 meter di bawah garis permukaan laut.Kini Volendam lebih dikenal sebagai kampung turis dibanding kampung nelayan.
foto memakai baju tradisional Belanda ( Dutch Costume)

Selasa, 03 Juli 2012

Wisata Bunga Tulip dan Kincir Angin


Wisata Bunga Tulip

Keukenkof Garden
Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. 
 
Sekitar bulan April-Mei,pada bulan inilah bunga-bunga cantik Tulip akan bermekaran di Keukenhof. Sebuah taman bunga terindah yang pernah ada dan paling dituju para turis dari seluruh penjuru dunia.bunga-bunga tulip yang tumbuh di tempat ini bakal mekar pada puncaknya pada 14 Mei hingga 21 Mei. Sebanyak 4,5 juta bunga tulip dari 300 varietas tersebar di area seluas 32 hektar yang dilengkapi dengan danau-danau, serta taman bermain anak. sekitar 7 juta bunga tulip di tempat ini ditanam secara langsung dengan tangan,sedangkan sisanya menggunakan mesin.
 
 

 
Selain di Keukenfof, bunga tulip juga bisa di temukan di pinggir-pinggir toko, seperti saya ini foto di depan toko yang ada bunga tulipnya.... soalnya datangnya tidak bertepatan dengan festifal bunga tulip..... tapi tak apalah, minimal udah liat bunga tulip yang asli ;)







Kincir Angin / Windmills

Kincir angin di pinggiran sungai Zaanstad
Kincir angin merupakan warisan budaya yang memesona bangsa-bangsa lain sehingga menjadi  ikon  Belanda  dengan sebutan "Negeri Kincir Angin". Orang Indonesia sudah sangat kenal dengan ikon kincir angin Belanda karena sebuah toko roti terkemuka di Indonesia menggunakan nama negara tersebut dengan ikon kincir angin di atas bangunan tokonya. Menemukan kincir angin di negara Belanda sesungguhnya tidak sulit karena bangunan khas kincir angin yang sudah ada di Belanda sejak ratusan tahun yang lalu ini masih banyak  tersebar di seluruh wilayah Belanda. 

Tujuan utama kincir angin itu sendiri adalah untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas yang namanya Polder dan juga digunakan untuk menaikkan air untuk mengaliri sawah-sawah.  Tapi lama-kelamaan fungsinya bergeser.  Belanda modern juga menggunakan kincir angin sebagai pembangkit tenaga listrik, dan yang paling penting  justru ketika alat tersebut dijadikan salah satu  ikon negeri dan obyek wisata

The Cathedral Dome, Turin

Nama Torino berasal dari kata Tau, kata dalam bahasa Keltik yang berarti pegunungan. Dalam bahasa Italia, Torino berarti "sapi kecil". Pada masa pra-Romawi, wilayah ini didiami oleh bangsa Taurini.
Pada abad pertama sebelum masehi (kira-kira tahun 28 SM), bangsa Romawi mendirikan perkemahan militer (Castra Taurinorum), yang didedikasikan kepada kaisa Augustus (Augusta Taurinorum). Pada saat itu, Torino dihuni oleh 5.000 penduduk, seluruhnya tinggal di dalam tembok yang tinggi.


The Cathedral Dome

Pintu masuk The Catedral Dome
Salah satu peninggalan Kristen yang paling terkenal di dunia, Kain Kafan dari Turin (Sindone di Torino) disimpan di Kapel Kain Kafan (Cappella della Sacra Sindone) dari Turin Katedral. Hal ini jarang ditampilkan untuk umum (pameran terakhir dilakukan pada 2000 dan berikutnya dijadwalkan untuk 2025),

The Catedral Dome

 

 

 

 

 

 

Mitos dan Misteri

Menurut orang percaya, cahaya ilahi dan kuasa Kristus yang membawa hidup kembali pada Kebangkitan membuat jejak unik dari pada tubuhnya itu kain kafan. Dibuang ketika Kristus meninggalkan kubur pada pagi Paskah, Kain Kafan Kudus dipelihara oleh orang Kristen sampai hari ini, akhirnya menemukan jalan ke Italia melalui Siprus dan Perancis.
Suasana dalam gereja

Bagi banyak orang, asal-usul Kain Kafan itu belum memuaskan dijelaskan oleh para ilmuwan atau skeptis dan tetap salah satu peninggalan Kristen yang paling suci, belum lagi sebuah bukti penting dari Kebangkitan.
Sejarah.

Ada tradisi lama di barat Kristen peninggalan dikatakan menanggung jejak wajah Kristus, seperti Gambar Kerudung Edessa dan Veronica. Tapi baik dari mereka dikatakan menjadi kafan penguburan Kristus, mereka dibuat ketika Kristus mengusap wajahnya dengan kain.Peninggalan dari kain kafan yang kini dihormati di Turin muncul dalam catatan sejarah pada 1354, ketika dilaporkan dimiliki oleh ksatria Geoffroi de Charnay, Seigneur de Lirey. Hal itu ditampilkan ke publik pada 1389, selama yang dikecam oleh Uskup lokal Troyes sebagai "licik dicat, kebenaran yang dibuktikan oleh seniman yang melukisnya."Paus pada saat itu, Avignon berbasis Clement VII, sanksi kafan sebagai objek pengabdian selama itu tidak dianggap sebagai kain kafan yang sebenarnya Kristus. Paus berturut-turut, namun diperlakukan sebagai peninggalan sepenuhnya otentik.Pada 1453, Sir Geoffroi cucu Marguerite memberi kafan kepada Dewan Savoy berbasis di Chambéry, di mana ia rusak oleh api dan air pada tahun 1532. Pada 1578 itu dipindahkan ke Turin, Savoy baru modal, dimana masih hari ini. Pada tahun 1983, Keluarga Savoy memberi peninggalan untuk Tahta Suci.Kualitas yang unik dari gambar pada Kain Kafan pertama kali melihat pada tahun 1898, ketika Secondo Pia mengambil foto pertama dari relik tersebut. Secara mengejutkan, gambar tampak jauh lebih jelas dan alami dalam negatif foto, bahkan memiliki kualitas tiga dimensi. Penemuan ini meluncurkan penyelidikan modern dari Kain Kafan dari Turin secara ilmiah, yang masih berlanjut hari ini.
Fotografi Negatif Dari Wajah Pada Kain Kafan Turin

Pada tahun 1988, penanggalan radiokarbon dilakukan pada perangko-perangko potongan seukuran kain oleh tiga laboratorium independen. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Nature, ketiga menyimpulkan bahwa kain Kain Kafan tanggal dari antara 1260, dan 1390 periode yang sama di mana ia muncul dalam sejarah. Uskup Agung Turin mengumumkan kesimpulan ini tahun yang sama dan, seperti abad ke-14 Paus, menyatakan kain kafan untuk menjadi layak pemujaan tetapi hanya sebagai representasi dari Wajah Kudus dari Kristus, bukan penguburan kain kafan yang sebenarnya.

Apa yang harus Lihat

Terletak di belakang apse dari Turin Katedral, Kapel Kain Kafan telah menjadi bagian penting dari kompleks katedral dengan atap spiral yang unik. Dibangun oleh Guarino Guarini di 1668-97 dan dikembalikan setelah kebakaran pada tahun 1997.

Di kapel, Kain Kafan terkunci dalam peti perak dalam sebuah kotak besi dalam kasus marmer. Menghadapi ini adalah sebuah mezbah yang berdiri guci yang secara tradisional diadakan relik. Bangku menghadap Kain Kafan menyediakan tempat untuk doa dan pemujaan.

Peziarah berdoa didepan kain kafan yang 
tertutup Yesus dalam makamnya
Kain Kafan dari Turin adalah sepotong kain panjang, berukuran 14'3 "x 3'7" (4.36mx 1.10m). Ini berisi dua gambar: depan dan sisi belakang seorang pria, seakan kafan itu pertama dibungkus bawah tubuh, maka atas kepalanya dan turun ke kakinya. Pria itu tipis, berjenggot, 5 kaki 7 inci tinggi, dan tampaknya menderita luka konsisten dengan penyaliban.
Kapel Kain Kafan di Turin Katedral

 


Kain Kafan telah jarang ditampilkan untuk umum sejak kedatangannya di Turin, termasuk hanya lima kali dalam abad ke-20: pernikahan Pangeran Umberto (1931); peringatan 400 tahun kedatangan Kain Kafan di Turin (1978), dan tiga lainnya khusus kesempatan. Terakhir diperlihatkan kepada publik pada tahun 2000, layar berikutnya dijadwalkan pada tahun 2025 oleh Paus Yohanes Paulus II.
Namun, Paus Benediktus XVI baru-baru ini mengumumkan bahwa Kain Kafan akan ditampilkan dari 10 April - 23 Mei, 2010, periode terpanjang dalam sejarahnya. Ini akan menjadi kesempatan pertama bagi publik untuk melihat Kain Kafan sejak restorasi ekstensif 2002. Pemesanan terlebih dahulu diperlukan (yang dapat dilakukan di website resmi) dan banyak kelompok wisata Katolik akan mengunjungi Kain Kafan juga.


bagian dalam the Catedral Dome






Forza Milan

Milan (Milano dalam bahasa Italia, dan Milán dalam dialek Milan, dari bahasa Latin, Mediolanum yang berarti 'di tengah hamparan') adalah kota utama di sebelah utara Italia, dan terletak di hamparan Lombardia, wilayah paling maju di Italia. Milan mempunyai sekitar 1,3 juta penduduk (2004); jika beserta wilayah sekitarnya angka ini meningkat menjadi melebihi 4,5 juta dan seluruh Daerah Metropolitan Milan berjumlah sekitar 9,5 juta penduduk (2004).


Depan hotel


Milan adalah ibu kota wilayah Lombardia dan pusat ekonomi dan keuangan Italia. Selama berabad-abad lamanya ia juga dipanggil Mailand, yang masih merupakan nama Milan dalam bahasa Jerman.
Provinsi Milano terletak di bagian barat Lombardia; mencakup wilayah seluas 1.982 km² dan mempunyai populasi sebesar 3.702.210 (sensus 2001). Provinsi ini mempunyai 188 distrik, dengan populasi yang beragam dari Milan (1.256.211) hingga Nosate (638).
Walikota Milan saat ini adalah Gabriele Albertini.
Kota Milan terkenal akan perusahaan adibusana dan toko-tokonya (via Montenapoleone) dan Galleria Vittorio Emanuele di Piazza Duomo, yang adalah salah satu pusat belanja tertua di dunia. Milan adalah salah satu ibu kota adibusana di dunia, seperti New York atau Paris.





Produk terkenal lainnya dari kota ini adalah kue Natal yang manis yang bernama Panettone.

Kue Panettone

Duomo, Milan


SIAPA yang tidak suka berbelanja? Apalagi di salah satu negara mediterania di Italia, Milan.

Konon, negeri ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi para penggila fesyen kelas dunia. Sebut saja Prada, Louis Vuitton, Gucci, Benetton, Zara, H&M. Sederet merk dunia dapat ditemukan dengan mudah di sana. Sehingga tak heran bila Milan selalu dipadati turis dari berbagai pelosok dunia.

Tak hanya dikenal sebagai surga bagi pecinta fesyen. Milan juga memiliki kebudayaan tak kalah cantik. Bangunan bersejarah seperti Galleria Vittorio Emanuele dan Piazza Duomo juga menjadi destinasi wisata turis yang tengah berlibur ke Milan. Kedua bangunan indah tersebut memiliki arsitektur yang cantik.


Galleria Vittorio Emanuele, salah satu surga belanja di Milan
 
di Duomo kita juga bisa melihat beberapa bangunan bersejarah. Sebut saja gereja San Carlo al Corso yang merupakan bangunan neoklasik di pusat Milan. Yang menakjubkan, kita juga bisa melihat gereja Katedral Milan yang kabarnya gereja katedral terbesar ke empat di dunia.
Halaman Depan Piazza Duomo
Katedral Milan dibangun berdasarkan ide bangsawan Milan bernama Gian Galeazzo Visconti yang memiliki usaha marmer. Dia bertekad membuat katedral yang seluruhnay terbuat dari marmer. Pembangunan dimulai pada 1368. Marmernya diambil dari tambang marmer milik Visconti di Gunung Candoglia yang berjarak 50 km dari Milan. Karena sulit diangkut lewat darat, maka digunakanlah kanal-kanal di Milan untuk mengangkut marmer.












Di depan Katedral, terbentang alun-alun yang biasa dipakai para turis berfoto-foto. Walaupun berada di Eropa, berhati-hatilah dengan dompet kita. Banyak sekali copet yang lihai. Jadi, waspadai dompet, ponsel dan kamera. Tak jauh dari di depan gereja, terdapat sebuah bangunan besar Galleria Vittorio Emanuele II. Di lantainya terdapat mozaik bergambar banteng. Konon, jika kita bisa berputar 360 derajat tanpa jatuh tepat di atas testis bantengnya, kita akan kembali lagi ke Milan tahun berikutnya. Upaya menarik untuk atraksi turis....

Pariiis...I'm in Love

 Tempat penginapan selama di Paris

 
 

Champs elysees

Oo champes elysees,,nah ini typical lagu perancis yang popular,lagunya riang dan bagus banget,nah jalan champs elysees ini merupakan jalan yang paling terkenal di dunia ,dan toko-toko di sekitar jalan ini untuk orang kaya dan terkenal soalnya harga dsini jauh labih mahal dari harga normal di paris lainnya. Harga di paris ini umumnya lebih mahal dari region-region di perancis lainnya tapi di jalan ini Harga nya lebih mahal dari harga umum di paris ,nah lho...
 
des Champs Elysees..pusat pertokoan mewah dijalan utama Paris..ujung jalan berada Arc de Triomphe Etoile Gerbang kemenangan France..nun diujung sana lagi ada Musee de Louvre.... banyak attraksi spontan anak muda disini , ide keren dari tari Break dance,Music  dll